[BIOLOGI] Sejarah Taksonomi Tumbuhan (PART 1)

Dalam dunia biologi, siapa yang tidak kenal taksonomi? Taksonomi bisa menjadi sebuah momok bagi penggiat laboratorium, namun tidak bagi para hiker dan penjelajah alam.

Taksonomi dapat diartikan sebagai ilmu yang berperan dalam klasifikasi, identifikasi dan pemberian nama (nomenclature) pada makhluk hidup. Berada dalam lingkup makhluk hidup, taksonomi mengkaji hewan, tumbuhan, fungi, bakteri, protista, arkaebakteria, hingga virus.

Linnaeus berhasil memetakan makhluk hidup ke dalam sebuah sistem yang dinamis, sehingga memudahkan dalam melakukan klasifikasi, identifikasi, maupun perubahan/pemberian nama. Dalam kajian tumbuhan, tidak hanya Linnaeus saja yang melakukan klasifikasi. Jauh sebelum dan setelahnya, ada beberapa ilmuwan yang berkutat di ranah klasifikasi. Berikut merupakan sejarah perkembangan klasifikasi tumbuhan yang diambil dari Buku Plant Taxonomy and Biosystematics oleh C.A. Stace.

SISTEM KLASIFIKASI SEBELUM LINNAEUS

Ada tiga sistem klasifikasi sebelum Linnaeus, yaitu sistem klasifikasi sederhana (folk), herbalis dan taksonomi awal.

Klasifikasi Sederhana

Orang pada zaman dahulu memiliki sistem klasifikasi tumbuhan yang sangat sederhana, karena hanya didasarkan pada salah satu sifat yang menonjol saja. Penamaan pada klasifikasi ini didasarkan pada ada atau tidaknya suatu karakter dan dinamai dengan nama lokal. Contohnya dalam Bahasa Inggris adalah kata “grass” yang identik dengan tumbuhan dari suku Poaceae dan “sedge” yang identik dengan tumbuhan dari suku Cyperaceae. Folk-taxonomy juga membedakan tumbuhan jauh dibawah spesies atau jenis, seperti kol, kembang kol, brokoli dan sebagainya untuk Brassica oleracea atau bit, chard, mangold dan sebagainya untuk Beta vulgaris.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/63/161Theophrastus_161_frontespizio.jpg/220px-161Theophrastus_161_frontespizio.jpg
Buku dari Theophrastus (Historia Plantarum)

Sistem klasifikasi ini pertama kali dicetuskan oleh Theophrastus (370-285 SM), murid dari Plato dan Aristotle, yang menjadi kepala sekolah di Athena. Theophrastus mengelompokkan 480 taksa menggunakan karakter utama berupa morfologi umum (pohon, semak, perdu, herba) dan secara bertahap pada kerakter yang lebih sederhana. Theophrastus juga mampu mengenali perbedaan ovarium superior dan inferior, petal yang menyatu dan terpisah, anatomi internal secara umum, tipe buah, dan sebagainya. Beberapa nama tersebut digunakan pada buku De Historia Plantarum dan kemudian diadopsi oleh Linnaeus dalam Genera Plantarum.

Dioscorides adalah seorang dokter tentara Roman yang tertarik dengan tumbuhan obat, telah mendeskripsikan 600 taksa dalam buku De Materia Medica yang didasarkan pada observasi karakter yang tampak dan kegunaan tumbuhan tersebut. Buku tersebut merupakan buku herbal pertama.

 

Klasifikasi Herbalis

Buku botani pada zaman dahulu hanya mengacu pada buku dari Yunani. Pada abad pertengahan ketika ditemukannya mesin printing, buku-buku botani mulai dicetak, salah satu yang berkembang adalah buku tentang tumbuhan herbal yang menjadi awal mula perkembangan klasifikasi alami. Beberapa yang terkenal pada masa ini adalah O. Brunfels (1530), J. Bock (1539), L. Fuchs (1542), P. Mattioli (1544), W. Turner (1551), M. de L’Obel (1570), J. Gerard (1597) dan C. L’Ecluse (1601). Perkembangan herbal ini tidak hanya berperan penting pada botani dan taksonomi tumbuhan saja, melainkan juga pada ilmu pengobatan dan farmakologi.

 

Taksonomi Awal

Pada abad ke-17, tumbuhan mulai menarik perhatian beberapa ilmuan dengan karakter intrinsic yang menarik, lebih menarik daripada nilai medis maupun nutritif-nya. Perkembangannya adalah:

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/1a/Cesalpino_De_Plantis_Libri_XVI_1583_titlepage.jpg

  1. Caesalpino (1519-1603), orang Italia, disebut sebagai taksonom tumbuhan pertama dengan bukunya De plantis (1583) yang mengelompokkan 1500 spesies (sebagian besar berdasarkan cara tumbuh dan bentuk buah dan biji) dengan fase vegetative dan generative. Buku tersebut lebih mirip dengan bunya Theophrastus dibandingkan dengan sistem herbalis. Caesalpino menggunakan cara deduksi untuk menjelaskan karakter dan perbedaan fungsional, terutama pada sistem reproduksi. Namun, buku yang dibuatnya masih mengacu pada jenis yang sudah banyak diketahui, Brassicaceae dan Asteraceae.
  2. Bauhin (1541-1631) dan G. Bauhin (1560-1624), botanist asal Swiss, mengeluarkan buku yang berjudul Pinax Theatri Botanici (1623) yang berisi 6000 spesies yang telah diketahui beserta sinonimnya. G. Bauhin sadar akan pentingnya spesies sebagai tingkatan taksonomik mayor, sehingga ia menggunakan sistem penamaan biner yang terdiri dari nama marga diikuti dengan sebuah akhiran yang spesifik mengacu pada spesies tersebut. Hal tersebut menjadi awal yang penting bagi Linnaeus.

J.P. de Tournefort (1656-1708), kebangsaan Prancis, menerbitkan Institutiones Rei Herbariae (1700) – yang selanjutnya diadopsi oleh Linnaeus – mengelompokkan 9000 spesies ke dalam 698 marga dan 22 kelas. Sistem klasifikasi yang dikenalkan oleh Tournefort merupakan sistem klasifikasi buatan yang sangat praktis.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/76/Tournefort_Institutiones.jpeg/440px-Tournefort_Institutiones.jpeg https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/79/96/c0/7996c071699661e997ae07caa23ae7e0.jpg http://192.185.175.93/~edwardwo/botany/wp-content/uploads/2014/11/Pitton1.jpg

J. Ray (1627), orang Inggris, merupakan naturalis yang sangat terkenal dengan sistem klasifikasi (secara teknis) lebih baik dibandingkan Tournefort. Ray tidak menggunakan asas binomial nomenclature, melainkan dengan menggunakan frase pada karakter yang diamati. Ray mengelompokkan 18.000 spesies (pada buku Methodus Plantarum Nova) yang berisi informasi spesifik untuk karakter vegetative dan generative, karena ia percaya bahwa setiap karakter sangat berguna dalam taksonomi. Buku lain yang diterbitkan setelahnya adalah Historia Plantarum dan Synopsis Methodica Stirpium Bratannicarum (Flora Inggris pertama) yang merupakan buku-buku botani terbaik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s