[EVENT] Kompleksitas ICST 2016

ICST? Mungkin belum terlalu familiar di telinga kalian karena ICST merupakan acara ilmiah yang bukan “konsumsi” media massa. Ada banyak singkatan ICST di berbagai belahan dunia, tapi yang saya maksud adalah ICST-nya UGM.ICST merupakan singkatan dari International Conference on Science and Technology,  yang pada tahun 2016 ini merupakan acara yang kedua kalinya. ICST 2016 yang diselenggarakan pada tanggal 27-28 Oktober 2016 (beberapa hari yang lalu) bertempat di Easparc Hotel, Yogyakarta. Acara yang diinisiasi oleh BPP (Badan Penerbit dan Publikasi) UGM ini tidak mengambil tema secara global, melainkan mengambil tema berdasarkan lima prospected research dari lima bidang ilmu sains.

Lima bidang yang berbeda dalam satu konferensi menunjukkan kapabilitas ICST dalam memfasilitasi ilmuwan-ilmuwan dari dalam dan luar negeri untuk menyampaikan hasil penelitiannya. Efektivitas acara ini ditunjukkan dengan penggunaan ruangan yang disusun berdasarkan simposia-simposia. Ya, lima bidang tersebut akan diakomodasi dalam lima simposia.

Simposia pertama adalah Bio-prospecting. Sebagai ilmu yang mempelajari makhluk hidup, biologi telah berkembang sangat pesat dengan divergensi yang luas. Ada banyak topik dalam simposia ini, namun tiga yang paling banyak menarik minat peserta adalah Nutraceutical/Functional Food, Biocontrol, dan Drug Discovery.

Untuk mengakomodasi era global, simposia kedua mengakomodasi dalam ranah Computer Science. Ini merupakan simposia dengan topik paling banyak dan membahas sebuah topik yang sedang naik daun, yaitu Artificial Intelligence.

Tertarik dengan sesuatu yang lebih kecil dari mikro? ICST 2016 menyediakan simposia Nanosciences and Chemistry. Nanomaterial merupakan komponen yang sedang dikembangkan di dunia, dan menjadi salah satu topik dalam simposia ini.

Simposia keempat adalah simposia yang sangat kuat di negara-negara Eropa, yaitu Physics and Its Applications. Simposia ini memiliki bahasan dari Nuclear and Particles Physics, Geophysics, bahkan sampai Theoritical  Physics and Astrophysics.

Bagian yang tidak kalah menarik adalah simposia kelima, yaitu Geo Maritime. Memiliki nama lain Nusantara, Indonesia seharusnya bisa menunjukkan kedigdayaannya di kancah ilmu kelautan. Ada banyak topik yang dibahas, terutama yang berkaitan dengan Maritime Resourcehes, Energy, Infrastructure, Border, dan lain sebagainya.

Dari kelima simposia tersebut, masih ada dua sesi yang (menurut saya) sangat menarik, yaitu sesi keynote speaker dan invited speaker. Dari sesi ini, peserta bisa mengetahui perkembagan penelitian di luar negeri, bahkan sampai update teori yang digunakan dalam merumuskan hipotesis. Terlihat juga adanya kombinasi beberapa disiplin ilmu dalam merumuskan solusi atas permasalahan global.

Tertarik? Walaupun ICST 2016 telah berakhir, ini merupakan langkah awal kalian untuk menyelesaikan penelitian ataupun menyusun manuskrip untuk dimasukkan pada ICST 2017. BPP UGM mengagendakan sebuah konferensi tahunan dengan label UASC (UGM Annual Scientific Conference) dari ilmu sosial, pertanian, sains dan teknologi, dan kesehatan, sehingga kalian bisa memilih jenis konferensi yang ingin kalian ikuti.

Oh iya, satu hal yang sangat penting dari sebuah pertemuan ilmiah adalah kita bisa membangun relasi, merangkai ide, serta merumuskan sebuah teori dengan berkomunikasi bersama ilmuwan lainnya.

Good luck!

img20161028162534 img20161028162552

img20161028162721 img20161028162711

img20161028161926 img20161028162021

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s