[TRIP] Jejak Flanel: Pendakian Sumbing kala Musim Badai

Melakukan pendakian saat cuaca tidak menentu memang sangat beresiko, apalagi ketika gunung-gunung lain menutup jadwal pendakian karena badai. Sempat mengurungkan niat, tetapi kami tetap memutuskan untuk melakukan pendakian. gambling, memang. Tetapi kami tidak ada pilihan lain, demi survey pendahuluan riset.

Gunung Sumbing memiliki ketinggian 3371 mdpl dengan status aktif. Artinya, gunung ini tidak hanya dingin dan berkabut, tatpi juga menyimpan potensi panas bumi, a.k.a. gempa dan letusan.

Kami akan mendaki dari daerah Petung, basecamp Pringhingil atau disebut juga basecamp Petung (bukan Si Petung). Perjalanan dari Jogja menuju basecamp ditempuh 1,5 – 2 jam dengan kecepatan sedang. Sampai di basecamp, kami beristirahat karena pendakian dimulai pagi hari esoknya. Anyway, kami sampai di basecamp pukul 18.00 WIB, dari Jogja pukul 16.30 WIB.

Dari basecamp ini, sunrise terlihat sangat indah. Tidak ada kabut, tidak ada mendung. Gunung Sumbing berdiri gagah, seakan menantang untuk dijamah. Kumpul dengan beberapa warga lokal, kami berada dalam satu tim dengan anggota 7 orang (5 cowok dan 2 cewek). Berangkat pukul 07.00 WIB dari basecamp, kami menggunakan ojek untuk sampai ke titik awal pendakian. Ojek? YA! Pilih 2 jam jalan kaki atau 15 menit naik ojek?

IMG20170125174924.jpg
Melalui punggung bukit dengan naik ojek. Sangat menantang!

Di titik awal pendakian, kami beristirahat sambil menunggu satu per satu personil untuk berkumpul. Sekitar pukul 08.00 WIB, kami memulai perjalanan.

Perjalanan ditempuh dengan jalan santai, dari pos keberangkatan hingga pos 1 kami tempuh selama 2 jam dengan istirahat 1 kali (10 menit). Jalur yang dilewati termasuk jalur yang padat dan rimbun. Banyak pohon dengan kanopi lebar menjadi peneduh perjalan. Ada satu aliran sungai kecil disini, tetapi saya yakin kalian tidak akan mengambil air disini, hehehe.

Dari pos 1 ke pos 2 ditempuh dengan waktu 2 jam. Kami istirahat agak lama, sekitar 20 menit. Disini kami diguyur hujan intensitas rendah a.k.a. gerimis. Di pos 2 kami membuka makanan ringan, beristirahat sejenak. Jalur di pos 2 hampir sama dengan pos 1, didominasi oleh pepohonan.

IMG20170125165452.jpg
Maaf fotonya blurr -,-“

Bertolak dari pos 2, pos 3 kami tempuh dengan waktu 2,5 jam. Dalam perjalanan, saya sangat banyak beristirahat. Dinginnya udara membuat kaki saya kram. Di pos 3, sekitar pukul 14.30 WIB kami mulai mendirikan tenda. Camping area di pos 3 termasuk sempit, hanya bisa menampung 2 tenda kapasitas 4 orang. Oh iya, jalur sepanjang pos 2 menuju pos 3 adalah jalur Mlanding, karena dipenuhi oleh Pohon Mlanding. Di penghujung jalur dapat dilihat sisa-sisa kebakaran tahun lalu.

Di pos 3 kami menghabiskan sore dengan gerimis. Setelah maghrib, cuaca mendadak cerah. Di kejauhan tampak hujan badai di Timur Laut Gunung Sumbing dan Kota Magelang yang mengalami pemadaman.

Makan siang dan makan malam kami lakukan di pos 3. Sambil menghangatkan diri di api unggun, kami berusaha mengeringkan pakaian yang basah selama perjalanan. Sumber kayu di pos 3 lebih mudah didapat (ranting pohon banyak tersedia) daripada di pos 4.

Malam menjelang, kami tidur. Dingin. Dan kami bersyukur melalui pendakian tanpa badai.

Pagi hari, kami menikmati sunrise berkabut di pos 3. Gunung Merbabu, Merapi, Ungaran, Telomoyo, Andong, dan Lawu menjadi objek pemandangan kami. Pukul 07.00 WIB, kami membawa perlengkapan summit untuk menjamah puncak Gunung Sumbing.

IMG20170125053658.jpg IMG20170125053955.jpg

pos 3

IMG20170125070018c.jpg IMG20170125073025.jpg

pos 4

Selama 2 jam (sudah termasuk foto-foto) perjalanan, kami memutuskan untuk beristirahat di pos 4. Di bagian kanan terdapat sumber air, harus turun memang.

Pemandangan di pos 4 sama dengan di pos 3, hanya saja ditambah oleh Pegunungan Menoreh. Perjalanan didominasi oleh rumput, ilalang, teki dan cantigi. Pemandangannya sangat bagus, mengingatkan tentang Gunung Lawu dari warung Mbok Yem ke puncak.

Dari pos 4 ke puncak, kami memerlukan waktu sekitar 2 jam. Belum puncak sih, tetapi Watu Lawang. Watu Lawang merupakan susunan batu besar yang membentuk gerbang ke bawah menuju ke savana atau Segoro Banjaran.

Dari Watu Lawang, kami berjalan 15 menit untuk sampai di puncak sejati. Tidak banyak foto yang bisa diambil karena kabut menutupi pemandangannya.

Dari puncak sejati, kami kembali ke Watu Lawang dan menuju ke Segoro Banjaran. Turun sekitar 30 menit. Sumpah, pemandangannya bagus banget. Savana dan batu-batu besar terlihat sangat sangat epic. Hanya 10 menit dari plang Sogoro Banjaran, kami sudah sampai di kawah. Ada sebuah makan disana, tempat ziarah warga saat Suro.

IMG20170125091057.jpg IMG20170125085836.jpg

IMG20170125085910c.jpg
Watu Lawang – Puncak Sejati – Puncak Sejati

Dari kawah, sempatkan melanjutkan perjalanan selama 10 menit ke Segoro Wedhi. Aliran air dari kawah akan menuju ke daerah ini, membentuk sebuah genangan yang apabila diambil dengan teknik yang bagus akan tampak seperti Ranu Kumbolo. Sayang saat itu kabut turun dengan cepat.

Pukul 12.30 WIB, kabut semakin menghilang, digantikan oleh gerimis. Kami mengeluarkan ponco dan langsung cabut menuju ke pos 3. Perjalanan sekitar 2,5 jam.

Kami makan siang di pos 3. Pukul 15.00 WIB kami packing dan melakukan perjalanan turun. Membutuhkan waktu 3 jam untuk menuruni gunung ini, non-stop tanpa istirahat dengan kecepatan sedang dan tidak hujan.

Pukul 18.00 WIB kami sampai di pos keberangkatan. Menuruni lahan pertanian dengan ojek, kami siap mencuci tubuh yang kotor, kirim-kirim foto dari hape, dan menikmati secangkir teh panas sembari berkata “HAAAAAAAHHHH” dengan nafas yang panjang.

IMG20170125100605.jpg IMG20170125103119.jpg

IMG20170125104622.jpg IMG20170125110739.jpg

 

Savana epic dengan batu-batu besar – Segoro Banjaran – Makam – Kawah – Tulisan puncak Gunung Sumbing (ada di Kawah) – Sogoro Wedhi

INFORMASI NAIK DARI BASECAMP PRINGHINGIL (PETUNG)

  • Persewaan alat mendaki: BELUM ADA
  • Porter/pemandu: ADA
  • Kamar mandi: ADA
  • Tempat sholat: ADA
  • Warung: TIDAK ADA
  • Retribusi: Rp. 10.000 tiap orang + motor
  • Jalur: Menanjak tanpa bonus
  • Jumlah Pos: 4
  • Durasi: NAIK 10 jam, TURUN 5 jam (tambahkan 1 jam untuk pemula)
  • Sumber air: ADA, pos 4
  • View: Gunung Andong, Telomoyo, Ungaran, Merapi, Merbabu, Lawu. Savana. Kawah. Makam.
  • Kesulitan (0-10): 7
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s