[EVOLUSI] Spekulasi untuk Menjadi Karnivora

Well, artikel ini bersumber dari sebuah artikel Nature dengan judul “How plant evolved into carnivore”. Saya tertarik untuk menuliskan ulang artikel tersebut dengan beberapa tambahan. Tentunya dengan Bahasa Indonesia, hehehe.

Tumbuhan dikenal memiliki kemampuan untuk melakukan asimilasi atau membentuk makanannya sendiri. Namun, terdapat beberapa pengecualian, seperti tumbuhan yang kehilangan pigmen fotosintetiknya (sehingga tidak mampu melakukan asimilasi, seperti pada tumbuhan saprofit dan parasitik-floem) dan tumbuhan karnivora. Meski mampu melakukan asimilasi, tumbuhan karnivora menggantungkan nutrisi makronya pada serangga.

Kantong semar atau didunia internasional dikenal sebagai pitcher plant merupakan tumbuhan karnivora yang banyak tersebar di daerah tropis. Banyak yang mengira bahwa kantong yang terbentuk merupakan sebuah bunga, padahal sebenarnya merupakan modifikasi dari ujung daun. Secara umum, kantong tersebut berfungsi untuk menangkap dan mencerna serangga yang terjebak di dalamnya.

Cara menjebak serangga dilakukan dengan mengeluarkan sekret atau cairan atraktan yang mampu mengundang serangga untuk masuk ke dalamnya. Cairan yang berada di dasar kantong tersebut tidak sepenuhnya atraktan, melainkan juga protein (enzim) yang mampu mencerna serangga yang terjebak. Apakah serangga bisa melarikan diri? Kemungkinan bisa, tetapi sebagian besar gagal. Serangga yang mampu terbang akan terjebak oleh cairan, sehingga tidak mampu melepaskan diri. Sedangkan semut, meskipun memliki kemampuan berenang, semut (dan serangga yang tidak mampu terbang) akan kesulitan keluar dari kantong karena di sisi dalam kantong telah dipenuhi oleh cairan lipid yang licin.

Pertanyaannya, Mengapa menjadi karnivora? Artikel yang disintesis dari sebuah penelitian tersebut menjelaskan bahwa beberapa tumbuhan yang kesulitan memperoleh nutrien akan mengalami seleksi hingga mampu mencukupi kekurangan nutrien tersebut. Beberapa akan menjadi karnivora untuk memenuhi kebutuhan nitrogen dan fosfor. Maka dari itu, tumbbuhan karnivora ini umum dijumpai di daerah yang tandus dan miskin hara.

Bagaimana proses seleksinya? Jawabannya adalah EVOLUSI KONVERGEN. Ya! Tumbuhan yang terisolasi dan tidak ada hubungan kekerabatan akan berevolusi menjadi sebuah bentuk maupun fungsi yang sama ketika menghadapi permasalahan yang sama, dalam hal ini kekurangan hara. Melalui analisis molekuler, diketahui bahwa kantong semar jenis Cephalotus follicularis memiliki hubungan keerabatan yang erat dengan belimbing (Averrhoa carambola) daripada tumbuhan karnivora lain.

http://orig04.deviantart.net/7276/f/2006/361/7/2/cephalotus_follicularis_4_by_dom1234.jpg https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ef/Averrhoa_carambola_Blanco1.139-cropped.jpg/300px-Averrhoa_carambola_Blanco1.139-cropped.jpg

Kantong semar (C. follicularis) dan belimbing. Habitus, buah, dan organ lain dengan struktur dan fungsi yang berbeda, ternyata memiliki kekerabatan yang erat secara molekular.

Data fitokimia menunjukkan bahwa terdapat 35 protein yang diisolasi dari cairan atraktan kantong semar (Cephalotus) dan tumbuhan non karnivora. Protein tersebut memiliki fungsi yang sama, yaitu mencegah patogen, terutama jamur, karena memiliki kemampuan untuk mencerna kitin. Namun, pada tumbuhan karnivora, protein tersebut bekerja lebih efektif dan aktif, karena digunakan untuk mencerna eksoskeleton serangga yang tersusun atas kitin. Stabilitas proteinnya diduga memperoleh kestabilannya melalui mutasi.

So, masih banyak misteri yang tersimpan tentang evolusi. Selama ini contoh yang sering dikeluarkan adlaah evolusi divergen, a.k.a. paruh Burung Finch. Sekarang, si tumbuhan karnivora berusaha angkat bicara untuk diteliti mengenai evolusi konvergen.

NTAPS!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s