[SERIES REVIEW] Tergila-gila dengan Kate Beckett di Series CASTLE

Drama series CASTLE adalah salah satu drama series yang sangat populer di Amerika. Berada dibawah produksi ABC (American Broadcasting Company), serial ini sudah menyelesaikan 8 season. Tokoh sentralnya adalah Richard Castle yang diperankan oleh Nathan Fillion dan Katherine Beckett yang diperankan oleh Stana Katic.

Kate Beckett adalah detektif di Kepolisian New York (NYPD) dan merupakan lulusan akademi tercepat. Tujuannya menjadi detektif adalah untuk mengungkap kasus pembunuhan ibunya, Johanna Beckett. Namun, twisting plot terjadi saat Rick Castle ikut dalam investigasi NYPD dan menjadi partner dari Kate Beckett. Partner lainnya adalah detektif Javier Esposito dan Kevin Ryan, serta Lenny Parish (forensik).

Untuk menghindari spoiler tiap episode, saya tidak akan menuliskannya disini. Saya akan membahas garis besar mengapa saya menyukai drama series ini.

Pertama, Kate Beckett sangat enak dipandang. Ya, selain cantik, Stana Katic mampu memerankan seorang detektif lengkap dengan penyamaran dan teknik beladiri. Serta, cara menggunakan senjata. Saya sering ilfeel ketika melihat adegan tembak-menembak tetapi aktor/aktris-nya memegang senjata dengan tidak baik, misalnya keluar tembakan padahal jari telunjuknya tidak di trigger pistol.

Kedua, kontras antar karakter-nya tidak lebay. Kate yang lebih saintis, mengutamakan metode riset, harus melawan argumen dari Rick Castle yang penuh dengan fantasi. Kesulitan muncul ketika argumen fantasi dari Castle sangat masuk akal dan sesuai dengan fakta pembunuhan. Memang tidak ada hal mistis dalam drama ini, dan pada akhirnya akan ada penjelasan saintisnya. Tetapi menempatkan plot seperti ini di beberapa episode dalam satu session menjadi hiburan tersendiri.

Ketiga, throw back time! Ibarat mesin waktu, beberapa keadaan mendorong investigasi dilakukan seperti tahun 90-an. Bahkan mengungkap pembunuhan pada dekade tersebut. Ini menjadi penyegar dan pembatas deduksi, karena sistem komunikasi dan informasi pada tahun tersebut belum berkembang. Data CCTV? Tentu tidak ada!

Keempat, konflik tidak membosankan. Konflik yang timbul tidak hanya masalah asmara, melainkan juga keluarga dan persahabatan. Tidak hanya tentang dua karakter utama saja, melainkan juga dengan karakter lainnya. Misal, perjumpaan Castle dengan ayahnya dan ibu tirinya.

Kelima, tidak mengandung banyak seks. Bagian seks, seperti ciuman biasanya hanya di bagian akhir. Ini berperan sebagai pemanis sebuah ending, meski sebagian besar diakhiri dengan menggantung. Maksudnya, ending-nya berada di awal episode selanjutnya.

Keenam, romantisme yang khas. Ini subjektif. Saya hanya merasa ada hal romantis di setiap episode-nya. Hal sederhana yang terlihat dari senyum simpul Katherine Beckett. Bukan hal “wah” seperti di reality show “Melamar”.

Kurang lebih itulah yang menjadi alasan saya menyukai serial ini. Coba deh ditonton via putlockers atau vodlockers. Saya kasih nih beberapa fotonya Stana Katic..

  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s