[FILM REVIEW] Pesan Konservasi di FANTASTIC BEASTS AND WHERE TO FIND THEM

Hahaha, ini sangat terlambat untuk memberikan review pada film yang sudah lama tanyang. Keinginan saya menulis ini adalah membuat sebuah apresiasi untuk film yang bagus. Ada banyak hal yang bisa dipelajari, bahkan isu konservasi termasuk di dalamnya.

Saya akan memulai dari inti tulisan ini. Pemeran utama film ini adalah ahli binatang buas yang memiliki sifat unik, yaitu Newt Scamander. Newt berkeliling dunia untuk mencari binatang tersebut agar bisa diselamatkan. Tujuan utamanya adalah memberikan kesadaran kepada orang-orang bahwa binatang buas tersebut populasinya semakin menurun dan harus diselamatkan. Prinsip itu membawanya menuju Amerika, tepatnya ke Arizona untuk melepasliarkan Frank, seekor Thunderbird.

Plot yang dimulai pada sepertiga film ini sangat berkaitan dengan isu konservasi di Sumatera dan Kalimantan. Binatang buas di kedua pulau tersebut semakin terdesak menuju kepunahan akibat egosentrisme manusia. Harimau dan gajah dianggap buas karena mampu membunuh manusia. Begitu juga tuduhan yang ditujukan ke buaya. Tetapi, apa bahayanya trenggiling? Sehingga harus diperjualbelikan?

Well, cukup sampai disini. Terlalu banyak retorika, haha.

Hal unik selain pesan konservasi tersebut adalah pemeran dalam film-nya. Hal utama yang saya rasakan adalah keunikan memilih tokoh utama. Newt Scamander, si ahli binatang buas -magizoologist- tampak seperti orang yang sangat introvert “autis” namun sangat cerdas dalam menaklukan binatang. Pasangannya adalah Jacob Kowalski, seorang non-magician yang terjebak petualangan bersamanya. Jacob yang ingin menjadi penjual roti ini memiliki tubuh yang gemuk dengan tingkat kebingungan yang tinggi. Maksudnya dia selalu bingung apabila dihadapkan dengan sesuatu yang berbau sihir.

Duet tokoh dengan karakter seperti ini sangat jarang terjadi. Sherlock Holmes dengan Dr. Watson? Keduanya tampak memiliki kondisi fisik dan mental yang sempurna. Bahkan semua karakter utama dan pendukung di seri Marvel dan DC memiliki fisik sempurna.

Newt dan Jacob memberi bumbu baru dalam menduetkan karakter ini. Kisah percintaan? Justru hal-hal intim tampak pada karakter pendukungnya, Jacob dengan Queenie. Queenie adalah sepupu dari Tina. Newt dan Tina memiliki hubungan yang unik. Dengan karakternya, tentu Newt tidak mampu mengutarakan perasaannya. Saya hampir kecewa apabila di akhir ada scene asmara diantara mereka, untungnya tidak. Hahaha.

 

Oh ya, bagi yang belum menonton, ada beberapa hal yang harus diketahui.

Newt Scamander: seorang magizoologist yang dikagumi oleh Albus Dumbledore.

Tina Goldstein: mantan Auror di MACUSA

Auror: pemburu penyihir jahat

MACUSA: Magical Congres of the United States of America

Gellert Grinderwald: penyihir dengan ideologi kuat untuk memperbarui rezim manusia non-penyihir

 

Film ini sangat menarik untuk ditonton, dan alur ceritanya termasuk ringan. Tidak perlu terlalu banyak berpikir dan flashback seperti menonton film Deadpool. Twisting-plot termasuk standar, tokoh antagonis dapat diketahui dengan cepat. Sayangnya, tidak seperti Harry Potter, tokoh yang memiliki pengaruh kuat (Presiden MACUSA) tampak tak berdaya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s