[COMIC-BASED REVIEW] DC vs Marvel

Film superhero sudah menjadi adonan wajib di bioskop dan warnet untuk meraup keuntungan. Tokoh di belakangnya siapa lagi kalau bukan DC dan Marvel. Sebenarnya banyak industri yang mengangkat tema superhero seperti Power Rangers, Kamen Rider, dan sebagainya. Tetapi, tokoh yang lahir dari DC dan Marvel selalu menjadi hits di hati masyarakat.

Ini adalah sebuah review yang terinspirasi dari video salah satu channel youtube yang saya subscribe, WATCHMOJO.COM. Video tersebut membahas tentang 10 perbedaan antara DC dengan Marvel di layar kaca, dan saya hanya memperjelasnya kembali.

 

1. Tim Superhero Marvel lebih banyak daripada DC

Saya sangat senang dengan cara Marvel menjual karakternya, dimulai dari sebuah kisah solo kemudian dilanjutkan menjadi sebuah tim. Spiderman, Ironman, Captain America, Agent of Shield, Wolverine dan karakter lainnya sebenarnya sudah sukses meraup keuntungan. Ketika Marvel menggabungkannya dalam sebuah sekuel tim, seperti Avengers maupun X-men, euforia yang timbul menjadi sangat besar. Semua karakter menjadi saling terhubung satu dengan lainnya. Dan di mata pecinta film, ini akan membangkitkan memori di sekuel film sebelumnya.

Tapi itu bukan point saya, maaf hehehe.

Marvel mengeluarkan banyak tim untuk dikenalkan ke publik, seperti Avengers, Fantastic Four, X-men, The Defenders, The Guardians of the Galaxy, dan sebagainya. Sedangkan di sisi lain, DC baru mengenalkan Justice League, Teen Titans, dan Suicide Squad. Meskipun DC lebih tua dan Marvel sempat kritis sehingga harus menjual beberapa karakternya, DC kali ini tampak kurang beruntung. Saya pribadi melihat Justice League cenderung membosankan, tetapi firasat saya untuk  film selanjutnya JL bakal banyak meraup keuntungan.

 

2. Karakter dari Marvel lebih banyak yang mati suri

Maksud saya adalah banyak karakter yang mati tetapi kemudian bangkit lagi a.k.a. muncul di film lagi. Contohnya adalah kematian Jean Grey. Apakah ini menjadi kelemahan? Tidak juga. Saya malah melihat ini secara kebetulan menjadi menarik, terutama ketika boomingnya film Deadpool. Setuju?

 

3. Marvel punya lebih banyak pertarungan

Marvel memang kreatif dalam memunculkan konflik, seperti dalam Civil War yang mengungkapkan bahwa Winter Soldier ditugaskan untuk membunuh ayah dari Tony Stark, sehingga muncul pertarungan dua superhero. Ini memecah kebosanan ketika film superhero biasanya mengikuti plot: pengenalan – konflik – penjahat – pertarungan – happy ending.

Ini menegaskan bahwa superhero-pun tidak luput dari dampak negatif. Apalagi ketika perang besar pada Man of Steel yang memicu pertengkaran Batman dengan Superman.

 

4. Sisi kelam

Dalam sebuah film, pengungkapan sisi kelam sebuah tokoh adalah hal yang menarik. Tidak ada superhero yang sempurna. Namun disini DC diunggulkan oleh Batman. Batman adalah tokoh dimana sisi baik dan sisi gelap berada dalam satu jasad yang karakteristik.

Sedangkan Marvel belum mampu mengimbanginya. Tokoh seperti ini biasanya diwujudkan menjadi karakter tunggal, seperti Daredevil dan The Punisher.

 

5. DC memiliki lebih banyak animasi

Ya, saya mulai menggemari tokoh DC dari animasi-nya. Ini tidak hanya tentang cerita dan karakter, tetapi juga kualitas animasinya, baik yang 2D, 3D maupun lego. Marvel juga mengeluarkan seri animasi, seperti Avenger dan Dr. Strange, hanya saja punya DC lebih banyak.

 

6. DC lebih senior dibandingkan Marvel

Kalau ini tidak perlu dibahas mendalam. DC memang lebih awal muncul dari Marvel, baik komik maupun animasinya.

 

7. DC lebih banyak karakter dengan cerita sendiri

Istilahnya stand-alone story. DC punya banyak karakter, dan sebagian besar memiliki ceritanya sendiri-sendiri, seperti Green Arrow, Batman, Wonderwoman, dan sebagainya. Marvel punya? tentu saja, tetapi DC mengeluarkan lebih banyak seri yang secara tidak langsung mengungkapkan jati diri sang superhero.

 

8. Lokasi DC fiktif, sedangkan Marvel menggunakan lokasi real

Inilah yang menjadi kelemahan dari DC. DC harus menyiapkan tata kota-nya sendiri, karena lokasi yang digunakan bersifat fiktif, seperti Metropolis, Gotham, Star City, Central City dan sebagainya. Sedangkan Marvel menggunakan lokasi asli, America, China, dan sebagainya.

 

9. Konflik dasar pada Marvel lebih realistis

Seorang siswa yang di-bully, kehilangan pekerjaan, bos yang galak, kebutuhan teknologi dan lainnya adalah konflik dasar yang kerap terjadi akhir-akhir ini. Sebagian besar tokoh Marvel lahir dari hal tersebut, ditambah lagi dengan menggunakan lokasi real, konflik dapat dimunculkan dari perang dunia, bahkan peristiwa 9/11.

DC? Konflik ada, hanya saja kurang sesuai dengan konflik yang sedang dihadapi masyarakat global.

 

10. Marvel lebih produktif di film

DC mengenalkan Batman, Superman, Suicide Squad, dan Vendetta. Bahkan Superman jarang mendapat apresiasi yang bagus. Marvel melalui film mengenalkan X-men, Wolferine, Deadpool, Fantastic Four (meski buruk), Captain America, Ironman, Thor, Hulk, Avengers, Guardian of the Galaxy. Marvel sangat produktif!

 

TAMBAHAN

Saya suka dengan DC dan Marvel. Apabila disuruh memilih, saya akan memilih DC. DC memberikan pesan moral yang lebih sesuai dengan ketenangan jiwa saya, hahahaa. Sebuah film akan lebih menarik apabila ada pesan moral-nya kan? Maka dari itu saya tidak dapat apa-apa dari menonton Deadpool.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s